Saturday, 13 April 2013

Utarakan perasaan Cintamu kepada orang yang Tepat






DUSTA jika seseorang mengatakan bahwa Dia bisa hidup tanpa CINTA!
Dalam sebuah lagu, pernah saya mendengar bahkan sudah tidak asing lagi bagi kalangan pecinta Dangdut, yaitu lagu dari penyanyi legendaris Bang Haji Roma Irama “Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga”  lagu yang berjudul Kata Pujangga tersebut menarik perhatian saya untuk menulis kembali sebuah karangan mengenai Cinta.
Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang.
Cinta dalam bahasa arab umumnya menggunakan kata habba-yuhibbu "حُبُّ"  hubbun, terdiri dari huruf (ح) ha dan  (ب) ba, dan memang sepertinya kata inilah yang tepat untuk menggambarkan maksud atau makna cinta.

Namun sulitnya ketika saya mencoba mendefinisikan makna Cinta itu sendiri sebab cinta merupakan hal yang abstrak, dan umumnya lebih mudah dialami daripada harus menjelaskan.
Dari anas bin malik radliyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihiw a sallam bersabda: “Ada tiga hal yang barangsiapa memilikinya niscaya ia akan mendapatkan manisnya iman: (1). Allah ta’ala dan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam lebih ia cintai daripada yang lainnya, (2). Mencintainya seseorang, tidaklah ia mencintainya melainkan karena Allah ta’ala, (3). Benci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah ta’ala menyelamatkan darinya sebagaimana ia benci dirinya dimasukkan ke dalam api”
Cinta bukanlah sebuah pelengkap melainkan sebuah kebutuhan, dan kewajiban.
1.      Cinta terhadap Dzat Yang Maha Pencipta
Allah berfirman:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللهُ غَفُورُُ رَّحِيمُُ

”Katakanlah: ’Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosa kalian’. Allah Maha Pengampun dan Penyanyang” (QS. Ali-’Imron: 31)

Cinta kepada Allah adalah cinta sejati yang hakiki, namun apa artinya cinta tanpa adanya suatu pengorbanan, tanpa adanya kesabaran dalam menghadapi ujian  dan cobaan.
2.      Cinta kepada kedua orang Tua
Dan sebagai balasan cinta kita terhadap Allah, Tuhan telah menciptakan sepasang bidadari yang benar-benar turun dari langit, sepasang bidadari yang tulus menyayangi putera puterinya. Sampai-sampai pada suatu ketika pada saat diadakannya kemping pertama yang saya ikuti, sepasang bidadari tetap setia melindungi lewat tutur katanya dalam sebuah doa yang ia panjatkan ketika menghadap sang Ilahi. Malam itu hujan deras, tenda yang awalnya kokoh dan layak menjadi tempat istirahat kami tidak bisa digunakan sebab ujan yang begitu derasnya menghantam tenda tempat peristirahatan kami. Namun betapa angkuhnya kita dikala bidadari hawatir akan keadaan kita saat itu, kita malah yang berlaga seperti orang dewasa tanpa memberi kabar lewat pesan singkat yang bidadari harapkan. Sepasang bidadari ini selalau siap siaga nonstop melindungi kita selama 24 jam. Birrul walidain adalah salah satu cara kita membalas cinta yang diberikan sepasang bidadari, ya birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua).
Sepasang bidadari? Ya dia adalah kedua orang ta kita..
Dan Taat kepada orang tua adalah salah satu penyebab masuk Surga.
Rasulullah Sallallahu ’Alaihi Wa Sallambersabda, “Sungguh kasihan, sungguh kasihan, sungguh kasihan.” Salah seorang sahabat bertanya, “Siapa yang kasihan, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang sempat berjumpa dengan orang tuanya, kedua-duanya, atau salah seorang di antara keduanya, saat umur mereka sudah menua, namun tidak bisa membuatnya masuk Surga.” (Riwayat Muslim)
Beliau juga pernah bersabda:
“Orang tua adalah ‘pintu pertengahan’ menuju Surga. Bila engkau mau, silakan engkau pelihara. Bila tidak mau, silakan untuk tidak memperdulikannya.” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan beliau berkomentar, “Hadits ini shahih.” Riwayat ini juga dinyatakan shahih, oleh Al-Albani.) Menurut para ulama, arti ‘pintu pertengahan’, yakni pintu terbaik.

.

No comments:

Post a Comment