Wednesday, 10 April 2013

Life Is a Choice



Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.
Apa kabar sahabat? Kupastikan kalian sehat.
Dalam edisi kali ini saya akan membahas tentang pilihan dalam hidup, sebenarnya ini hanya catatan harian saya saja. Namun mudah-mudahan memberi manfaat bagi  Anda semua. Catatan ini tak lain hanya curahan hati saya, yang kesemuanya mengutarakan rasa rindu saya kepada Dzat Yang Maha Agung dan Maha Kuasa.
Bismillahirrahmanirrahim
Subhanallah sungguh indah ciptaan-Mu, betapa indah sinar pagi yang mampu membangkitkan semangat, serta semilir angin di pagi hari yang sejuk menenangkan jiwa, rerumputan yang hijau dengan di selimuti embun pagi.
Dan wahai matahari di siang hari, semangatku semakin membara di kala itu, layaknya engkau menyinari bumi di tengah hari.
Begitupun dengan sore hari, matahari yang mulai terbenam kembali meredupkan hati. Dan dikala malam datang, matahari yang sudah tak muncul lagi, diganti dengan cahaya rembulan yang indah, bintang-bintang yang berkedip menghiasi langit, segala kerendaha hati, kesabaran jiwa dan ketenangan batin terluapkan di kala itu.
Life is choice? Ya, hidup ini adalah pilihan. Tak sulit, hanya pilihan loh kawan. Hehe. Namun dalam pilihan disini tak semudah seperti Anda memilih antara makanan favorit Anda dan makanan yang tidak anda sukai. Disini Anda harus benar-benar menentukan nasib Anda, dan hidup seperti apa yang anda inginkan, dan pastikan pilihan Anda baik untuk anda dan baik pula untuk orang lain. Tinggal pilih mau jalan yang lurus apa jalan yang sesat, mau kaya apa mau miskin, pintar atau biasa aja, sekarang, besok atau tidak sama sekali???????????
Sekarang beralih dari pilihan, hidup pun ada yang dinamakan dengan kodrat. Yang namanya kodrat itu sesuatu yang sudah real ya kan? Udah gak bisa protes, gak bisa pilih-pilih lagi. Percaya gak kodrat bisa di ubah? Harusnya percaya dong!!! He, gini deh cerita sedikit yah, percaya sama kodrat itu wajib. Because, sebelum kita di lahirkan oleh seorang badadari cantik (ibu) nasib kita itu sudah ada yang menentukan, dari mulai rezeki sampai dengan jodoh, maupun nasib hidup itu sudah menjadi ketentuan yang Maha Kuasa. Lalu pertanyaan yang tersirat mungkin seperti ini, “kalau memang nasib sudah ada yang menentukan untuk apa kita harus percaya bahwa kodrat itu bisa diubah?” mungkin itu segelintir pertanyaan dari orang yang berfikir pendek. Mengapa demikian karena hanya orang-orang yang pasrah akan keadaan dan tidak mau banyak mengambil resiko yang berfikir demikian.
Jadi sebetulnya kodrat itu juga masih bisa kita pilih, namun juga tak sedikit kodrat yang sudah tidak bisa di ubah. Lalu bagaiman dengan yang demikian? Saran saya untuk menyikapi hal tersebut terimalah kodrat tersebut dengan lapang dada, insya allah akan menjadi amal baik dan menjadi ibadah dan bentuk terimakasih kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Toh Allah itu Maha Adil.
Yang seperti apa sih Life Is Choice ituh. Yu kita simak
1.     Mau jadi Laki-laki atau Perempuan
Sebenarnya ini merupakan pilihan yang sangat nyeleneh. Hehe. Mau jadi laki-laki atau perempuan itu bukanlah pilihan melainkan sudah menjadi ketentuan. Tapi apa boleh dikata, melihat zaman sekarang ini tak sedikit orang memiliki kelainan batin seperti laki-laki yang ingin menjadi seorang perempuan dan bertingkah laku layaknya perempuan, begitupun sebaliknya. Kodrat ini sudah tidak bisa diubah. Alangkah lebih baiknya terimalah kodrat Anda sebagai Mahluk Allah, baik itu perempuan maupun laki-laki, dan yang paling penting menjadi diri sendiri.
Sekali lagi saya tegaskan Allah itu Maha adil. Seorang pria diberikan kelebihan dan kepercayaan oleh Tuhan untuk menjadi seorang imam dalam keluarga. Luar biasa bukan? maka dari itu laki-laki dituntut agar bersikap bijaksana dan mampu bersikap adil. Selain itu laki-laki juga diberikan kekuatan lebih dari perempuan, seperti diberikannya jiwa pemberani. Hebat kan? Begitupun dengan seorang perempuan, Tuhan pun memberikan kodrat kepada setiap perempuan, dimana perempuan diberikan kelebihan dengan cara perempuan dapat melahirkan seorang bayi, laki-laki ya mana bisa. Tuh kan itu juga luar biasa, dan dibalik kelemahan seorang wanita itu juga tersimpan makna yang sangat indah, dimana seorang wanita mempunyai seorang laki-laki yang akan melindungi.


2.    Pintar atau Bodoh?
Mana ada coba orang yang mau bodoh? Ye engga lah, yang ada hanya orang yang tak mau berusaha. Seperti halnya para ilmuan mereka tak hanya duduk menanti hidayah, merekapun sama menentukan nasib dan jati diri. Ambil contoh seperti seorang tokoh ilmuan yaitu Edward Jenner seorang ilmuan terkenal yang mengemukakan bahwa beberapa pemerah susu memiliki kekebalan terhadap virus vox. Dari mana ia tau? Dia melakukan penelitian. Jelas bahwa Edward terlahir untuk menjadi seorang ilmuan, dan itu merupakan kodratnya. Namun apa yang terjadi jika Edward hanya duduk dirumah menanti takdir itu datang dengan sendirinya, kemungkinan ia tak akan menjadi seorang ilmuan, alhasil ia akan menjadi penghuni rumah sejati. Hehe.

Dua contoh diatas sangat jelas menggambarkan bahwa hidup itu penuh dengan pilihan, antara surga dan neraka dan lain sebagainya. Manusia hanya bisa berencana namun Takdir tetap Tuhan yang akan menentukan.
Ya, inilah hidup. Bertahun-tahun sudah kita berpijak di bumi yang indah ini. Hari demi hari telah kita lewati. Dan apa yang kita dapat hari ini merupakan kodrat dan hasil pilihan kita. Sudahkah Anda berterimakasih atas apa yang anda dapat hari ini? Jika belum sesegeralah. Berterimakasihlah kepada Tuhan , karena nikmatnya lah kita masih diberi waktu agar bisa menikmati indahnya Dunia, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah lalu. Kadangkala kita lupa akan nikmat yang kita dapat. Kedua, berterimakasihlah kepada kedua orang tua Anda, bahagiakanlah mereka dengan prestasi-prestasi Anda, dengan perhatian Anda.
Jangan salah melangkah, dan tetap tentukanlah pilihan yang terbaik bagi Anda, dan pastikan ketentuan yang Anda dapat setelah Anda berusaha itu merupakan kodrat dari Yang Maha Kuasa dan merupakan yang terbaik untuk kita dan patut kita syukuri.
Sekian dan terimakasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...

No comments:

Post a Comment