Sunday, 14 April 2013

Kata Kata kecewa Penuh Makna


DUSTA

Lidah memang tak bertulang
Dua menit yang lalu kau ucap A
Namun satu menit kemudian kau ucap Z
Bagaimana bisa aku percaya akan ucapanmu

Pohon beringin yang dulu didamba-damba
Kini menjadi sepotong ranting
Yang orangpun jarang menghiraukannya
Tergeletak begitu saja di jalanan

Betapa hatiku pilu saat seekor merak
Yang menjadi kebanggaan masyarakat papua
Kini punah diburu orang liar
Lebih sakit lagi
Saat kau lebih memilih pemburu liar itu
Dibanding dengan raja merak yang telah lama kau kagumi

Dan kini burung merak itu kau biarkan pergi
Isi hati memang tak ada seorangpun yang tahu
Namun sungguh kerasnya hatimu
Saat kau putuskan untuk memilih dirinya
Padahal jelas-jelas berlian itu sudah kau dapatkan

Mungkin saat ini mata batinmu sedang beristirahat sejenak
untuk melepas penat
Akankah Mata batinmu itu pulih kembali...

Kau ambil keputusan dengan begitu cepatnya
Lebih dari kecepatan bumi mengitari matahari
Begitupun dengan aku yang merasakan peubahan itu
Hari demi hari
Musim demi musim aku lewati
Namun tak satupun alasan yang kudapat
Bahwa aku memang benar-benar kecewa atas keputusanmu
Kini hatiku harus belajar dengan keras
Supaya bisa berdiri tegak diatas putaran bola yang begitu cepatnya

1 comment: