Thursday, 11 April 2013

Keutamaan ilmu




KEUTAMAAN ILMU

Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Abdullah putera Mas’ud, Ia berkata “wahai Ibnu Mas’ud sesungguhnya jika kamu duduk selama satu jam ditempat mencari ilmu, dengan tidak memegang alat tulis (pensil) dan tidak menulis satu huruf pun , maka itu lebih bagus untukmu daripada kamu memerdekakan seribu Abid”  subhanallah amat sangat luar biasa keutamaan mencari ilmu itu.
Dan diriwayatkan dalam sebuah Al-kitab bahwa melihatnya kita kepada seorang alim ulama ketika kita hendak dalam suatu pengajian itu sesungguhnya lebih bagus daripada menyedekahkan seribu kuda.
Keutamaan-keutamaan orang yang berilmu yaitu diantaranya:
*        “Sesungguhnya dengan kamu membaca Salam kepada seorang alim ulama itu lebih mulya atau lebih bagus dari pada beribadah seribu tahun”. Coba bayangkan hanya dengan mengucapkan salam kepada soerang alim ulama dengan niat yang tulus kita telah mendapat pahala dari Allah SWT seperti orang yang beribadah selama seribu tahun, umur kita pun belum tentu sampai seribu tahun ini hanya dengan bermodalkan niat yang ikhlas untuk mengucapkan salam kepada seorang alim ulama. Subhanallah
*        “Rasulullah SAW berkata sesungguhnya tidurnya orang alim dan berilmu itu lebih utama daripada tidurnya orang bodoh yang tidak berilmu”. Seorang yang memiliki ilmu tidurpun dimulyakan oleh Allah SWT. Luar biasa bukan?
Betapa mulyanya orang yang memiliki ilmu, dan dari proses menuntut ilmu tersebut dianjurkan untuk mempraktekan segala teori-teori yang telah didapatnya untuk menuju pribadi yang dewasa dan bermanfaat bagi orang-orang disekitarnya, karena yang paling penting dalam proses menuntut ilmu itu bagaiman kita mengamalkannya, sebab sebaik-baiknya manusia adalah Dia yang bermanfaat bagi orang lain.
Penerapan ilmu yang telah kita dapat itu yang paling utama, setidaknya jika kita telah diajarkan satu huruf dalam Al-Quran alangkah lebih baiknya kita ajarkan kembali kepada sanak saudara kita, sahabat dan orang-orang terdekat kita.
Dengan ilmu kita dapat membaca situasi, memahami berbagai macam hal dan dengan ilmu pula seseorang mendapat kedudukan yang tinggi dihadapan Allah. Dihadapan Allah pun orang yang berilmu memiliki kedudukan yang tinggi apalagi dihadapan sesama manusia, yang pada hakikatnya manusia diberi kedudukan yang sama oleh Allah SWT. Sungguh beruntung orang-orang yang berilmu.
Dalam Al-Quran ayat pertama yang Allah turunkan pun itu merupakan anjuran kepada kita selaku umatnya untuk memperoleh ilmu dengan cara membaca. Yaitu dalam Al-quran surat Al-alaq ayat pertama yaitu “iqra” yang artinya bacalah.
Semua manusia sama diberikan akal untuk berfikir oleh Allah SWT  tinggal bagaimana tiap masing-masing individu memanfaatkan fasilitas gratis yang telah Tuhan berikan kepada setiap orang. Kurang baik gimana coba Tuhan kepada Mahluk-Nya?
Ilmu yang kita dapat kemudian diserap oleh otak kita, yang mana otak merupakan pusat kontrol yang mengendalikan pola pikir serta gerak gerik hidup kita. Otomatis orang yang memiliki banyak pengetahuan dan ilmu hidupnyapun akan semakin terarah. Seperti pada pernyataan sebelumnya bahwa Allah meninggikan derajatnya orang yang berilmu. Dengan jalan kita menyerap banyak ilmu akan meningkatkan Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Spiritual dan Kecerdasan Emosional.
Namun juga perlu dagaris bawahi mempunya ilmu bukan sarana untung menyombongkan diri. Dengan tiga kecerdasan seperti yang telah dibahas diatas seperti Kecerdasan Intelektual (IQ) yaitu kecerdasan otak untuk menerima, menyimpan dan mengolah informasi menjadi fakta, namun dengan memiliki IQ saja itu belum cukup sebab kita sebagai mahluk sosial yang harus saling berhubungan dengan masyarakat untuk itu harus diimbangi dengan Kecerdasan Spiritual (SQ) yaitu merupakan kemampuan untuk mengerti makna pada apa yang dihadapi dalam kehidupan sehingga akan tumbuh fleksibilitas dalam menghadapi persoalan di masyarakat, selain dua kecerdasan tersebut juga perlu ditingkatkan Kecerdasan Emosional (EQ) merupakan kemampuan untuk mengenal dan mengolah perasaan emosional diri sendiri maupun orang lain. Akan tetapi banyak sekali orang yang tidak faham dengan apa yang ia dapat dari hasil menuntut ilmu tersebut, sehingga kebanyakan orang yang salah kaprah dalam mengaplikasikannya dalam kehidupan masyarakat, seperti kurangnya kemampuan bersosialisasi dengan masyarakat, kurangnya peran serta kebektian dan mengabdi secara tulus dan tanpa pamrih.
Menuntut ilmu itu merupakan suatu kaharusan dan merupakan kebutuhan. Sekolah bukanlah satu-satunya sarana untuk menuntut ilmu, selesai sekolah bukanlah akhir dari kita untuk menuntut ilmu. Kewajiban menuntut ilmu itu seumur hidup, selama kita masih diberi kesempatan untuk hidup.
Tetaplah rendah hati dengan apa yang kita miliki terutama dengan ilmu yang telah kita pelajari. Seperti dalam peribahasa mengatakan “Tong yang penuh tiada bergoncang, hanya yang setengah penuh jua yang bergoncang”  yang artinya orang yang berilmu itu pendiam, tetapi orang yang kurang ilmu itu yang suka berlaga.

No comments:

Post a Comment