KEUTAMAAN ILMU
Rasulullah SAW pernah bersabda
kepada Abdullah putera Mas’ud, Ia berkata “wahai Ibnu Mas’ud sesungguhnya jika
kamu duduk selama satu jam ditempat mencari ilmu, dengan tidak memegang alat
tulis (pensil) dan tidak menulis satu huruf pun , maka itu lebih bagus untukmu
daripada kamu memerdekakan seribu Abid” subhanallah amat sangat luar biasa keutamaan
mencari ilmu itu.
Dan diriwayatkan dalam sebuah Al-kitab bahwa melihatnya kita
kepada seorang alim ulama ketika kita hendak dalam suatu pengajian itu
sesungguhnya lebih bagus daripada menyedekahkan seribu kuda.
Keutamaan-keutamaan orang yang berilmu yaitu diantaranya:
*
“Sesungguhnya dengan kamu membaca Salam kepada
seorang alim ulama itu lebih mulya atau lebih bagus dari pada beribadah seribu
tahun”. Coba bayangkan hanya dengan mengucapkan salam kepada soerang alim ulama
dengan niat yang tulus kita telah mendapat pahala dari Allah SWT seperti orang
yang beribadah selama seribu tahun, umur kita pun belum tentu sampai seribu
tahun ini hanya dengan bermodalkan niat yang ikhlas untuk mengucapkan salam
kepada seorang alim ulama. Subhanallah
*
“Rasulullah SAW berkata sesungguhnya tidurnya
orang alim dan berilmu itu lebih utama daripada tidurnya orang bodoh yang tidak
berilmu”. Seorang yang memiliki ilmu tidurpun dimulyakan oleh Allah SWT. Luar
biasa bukan?
Betapa mulyanya orang yang memiliki ilmu, dan dari proses
menuntut ilmu tersebut dianjurkan untuk mempraktekan segala teori-teori yang
telah didapatnya untuk menuju pribadi yang dewasa dan bermanfaat bagi
orang-orang disekitarnya, karena yang paling penting dalam proses menuntut ilmu
itu bagaiman kita mengamalkannya, sebab sebaik-baiknya manusia adalah Dia yang
bermanfaat bagi orang lain.
Penerapan ilmu yang telah kita dapat itu yang paling utama,
setidaknya jika kita telah diajarkan satu huruf dalam Al-Quran alangkah lebih
baiknya kita ajarkan kembali kepada sanak saudara kita, sahabat dan orang-orang
terdekat kita.
Dengan ilmu kita dapat membaca situasi, memahami berbagai
macam hal dan dengan ilmu pula seseorang mendapat kedudukan yang tinggi
dihadapan Allah. Dihadapan Allah pun orang yang berilmu memiliki kedudukan yang
tinggi apalagi dihadapan sesama manusia, yang pada hakikatnya manusia diberi
kedudukan yang sama oleh Allah SWT. Sungguh beruntung orang-orang yang berilmu.
Dalam Al-Quran ayat pertama yang Allah turunkan pun itu
merupakan anjuran kepada kita selaku umatnya untuk memperoleh ilmu dengan cara
membaca. Yaitu dalam Al-quran surat Al-alaq ayat pertama yaitu “iqra” yang artinya bacalah.
Semua manusia sama diberikan akal untuk berfikir oleh Allah
SWT tinggal bagaimana tiap masing-masing
individu memanfaatkan fasilitas gratis yang telah Tuhan berikan kepada setiap
orang. Kurang baik gimana coba Tuhan kepada Mahluk-Nya?
Ilmu yang kita dapat kemudian diserap oleh otak kita, yang
mana otak merupakan pusat kontrol yang mengendalikan pola pikir serta gerak
gerik hidup kita. Otomatis orang yang memiliki banyak pengetahuan dan ilmu
hidupnyapun akan semakin terarah. Seperti pada pernyataan sebelumnya bahwa
Allah meninggikan derajatnya orang yang berilmu. Dengan jalan kita menyerap
banyak ilmu akan meningkatkan Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Spiritual dan
Kecerdasan Emosional.
Namun juga perlu dagaris bawahi mempunya ilmu bukan sarana
untung menyombongkan diri. Dengan tiga kecerdasan seperti yang telah dibahas
diatas seperti Kecerdasan Intelektual (IQ) yaitu kecerdasan otak untuk
menerima, menyimpan dan mengolah informasi menjadi fakta, namun dengan memiliki
IQ saja itu belum cukup sebab kita sebagai mahluk sosial yang harus saling
berhubungan dengan masyarakat untuk itu harus diimbangi dengan Kecerdasan
Spiritual (SQ) yaitu merupakan kemampuan untuk mengerti makna pada apa yang
dihadapi dalam kehidupan sehingga akan tumbuh fleksibilitas dalam menghadapi
persoalan di masyarakat, selain dua kecerdasan tersebut juga perlu ditingkatkan
Kecerdasan Emosional (EQ) merupakan kemampuan untuk mengenal dan mengolah
perasaan emosional diri sendiri maupun orang lain. Akan tetapi banyak sekali
orang yang tidak faham dengan apa yang ia dapat dari hasil menuntut ilmu tersebut,
sehingga kebanyakan orang yang salah kaprah dalam mengaplikasikannya dalam
kehidupan masyarakat, seperti kurangnya kemampuan bersosialisasi dengan
masyarakat, kurangnya peran serta kebektian dan mengabdi secara tulus dan tanpa
pamrih.
Menuntut ilmu itu merupakan suatu kaharusan dan merupakan
kebutuhan. Sekolah bukanlah satu-satunya sarana untuk menuntut ilmu, selesai
sekolah bukanlah akhir dari kita untuk menuntut ilmu. Kewajiban menuntut ilmu
itu seumur hidup, selama kita masih diberi kesempatan untuk hidup.
Tetaplah rendah hati dengan apa yang kita miliki terutama
dengan ilmu yang telah kita pelajari. Seperti dalam peribahasa mengatakan “Tong yang penuh tiada bergoncang, hanya yang
setengah penuh jua yang bergoncang” yang artinya orang yang berilmu itu pendiam,
tetapi orang yang kurang ilmu itu yang suka berlaga.

No comments:
Post a Comment