Sunday, 14 April 2013

Kata Kata kecewa Penuh Makna


DUSTA

Lidah memang tak bertulang
Dua menit yang lalu kau ucap A
Namun satu menit kemudian kau ucap Z
Bagaimana bisa aku percaya akan ucapanmu

Pohon beringin yang dulu didamba-damba
Kini menjadi sepotong ranting
Yang orangpun jarang menghiraukannya
Tergeletak begitu saja di jalanan

Betapa hatiku pilu saat seekor merak
Yang menjadi kebanggaan masyarakat papua
Kini punah diburu orang liar
Lebih sakit lagi
Saat kau lebih memilih pemburu liar itu
Dibanding dengan raja merak yang telah lama kau kagumi

Dan kini burung merak itu kau biarkan pergi
Isi hati memang tak ada seorangpun yang tahu
Namun sungguh kerasnya hatimu
Saat kau putuskan untuk memilih dirinya
Padahal jelas-jelas berlian itu sudah kau dapatkan

Mungkin saat ini mata batinmu sedang beristirahat sejenak
untuk melepas penat
Akankah Mata batinmu itu pulih kembali...

Kau ambil keputusan dengan begitu cepatnya
Lebih dari kecepatan bumi mengitari matahari
Begitupun dengan aku yang merasakan peubahan itu
Hari demi hari
Musim demi musim aku lewati
Namun tak satupun alasan yang kudapat
Bahwa aku memang benar-benar kecewa atas keputusanmu
Kini hatiku harus belajar dengan keras
Supaya bisa berdiri tegak diatas putaran bola yang begitu cepatnya

Saturday, 13 April 2013

Utarakan perasaan Cintamu kepada orang yang Tepat






DUSTA jika seseorang mengatakan bahwa Dia bisa hidup tanpa CINTA!
Dalam sebuah lagu, pernah saya mendengar bahkan sudah tidak asing lagi bagi kalangan pecinta Dangdut, yaitu lagu dari penyanyi legendaris Bang Haji Roma Irama “Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga”  lagu yang berjudul Kata Pujangga tersebut menarik perhatian saya untuk menulis kembali sebuah karangan mengenai Cinta.
Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang.
Cinta dalam bahasa arab umumnya menggunakan kata habba-yuhibbu "حُبُّ"  hubbun, terdiri dari huruf (ح) ha dan  (ب) ba, dan memang sepertinya kata inilah yang tepat untuk menggambarkan maksud atau makna cinta.

Namun sulitnya ketika saya mencoba mendefinisikan makna Cinta itu sendiri sebab cinta merupakan hal yang abstrak, dan umumnya lebih mudah dialami daripada harus menjelaskan.
Dari anas bin malik radliyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihiw a sallam bersabda: “Ada tiga hal yang barangsiapa memilikinya niscaya ia akan mendapatkan manisnya iman: (1). Allah ta’ala dan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam lebih ia cintai daripada yang lainnya, (2). Mencintainya seseorang, tidaklah ia mencintainya melainkan karena Allah ta’ala, (3). Benci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah ta’ala menyelamatkan darinya sebagaimana ia benci dirinya dimasukkan ke dalam api”
Cinta bukanlah sebuah pelengkap melainkan sebuah kebutuhan, dan kewajiban.
1.      Cinta terhadap Dzat Yang Maha Pencipta
Allah berfirman:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللهُ غَفُورُُ رَّحِيمُُ

”Katakanlah: ’Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosa kalian’. Allah Maha Pengampun dan Penyanyang” (QS. Ali-’Imron: 31)

Cinta kepada Allah adalah cinta sejati yang hakiki, namun apa artinya cinta tanpa adanya suatu pengorbanan, tanpa adanya kesabaran dalam menghadapi ujian  dan cobaan.
2.      Cinta kepada kedua orang Tua
Dan sebagai balasan cinta kita terhadap Allah, Tuhan telah menciptakan sepasang bidadari yang benar-benar turun dari langit, sepasang bidadari yang tulus menyayangi putera puterinya. Sampai-sampai pada suatu ketika pada saat diadakannya kemping pertama yang saya ikuti, sepasang bidadari tetap setia melindungi lewat tutur katanya dalam sebuah doa yang ia panjatkan ketika menghadap sang Ilahi. Malam itu hujan deras, tenda yang awalnya kokoh dan layak menjadi tempat istirahat kami tidak bisa digunakan sebab ujan yang begitu derasnya menghantam tenda tempat peristirahatan kami. Namun betapa angkuhnya kita dikala bidadari hawatir akan keadaan kita saat itu, kita malah yang berlaga seperti orang dewasa tanpa memberi kabar lewat pesan singkat yang bidadari harapkan. Sepasang bidadari ini selalau siap siaga nonstop melindungi kita selama 24 jam. Birrul walidain adalah salah satu cara kita membalas cinta yang diberikan sepasang bidadari, ya birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua).
Sepasang bidadari? Ya dia adalah kedua orang ta kita..
Dan Taat kepada orang tua adalah salah satu penyebab masuk Surga.
Rasulullah Sallallahu ’Alaihi Wa Sallambersabda, “Sungguh kasihan, sungguh kasihan, sungguh kasihan.” Salah seorang sahabat bertanya, “Siapa yang kasihan, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang sempat berjumpa dengan orang tuanya, kedua-duanya, atau salah seorang di antara keduanya, saat umur mereka sudah menua, namun tidak bisa membuatnya masuk Surga.” (Riwayat Muslim)
Beliau juga pernah bersabda:
“Orang tua adalah ‘pintu pertengahan’ menuju Surga. Bila engkau mau, silakan engkau pelihara. Bila tidak mau, silakan untuk tidak memperdulikannya.” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan beliau berkomentar, “Hadits ini shahih.” Riwayat ini juga dinyatakan shahih, oleh Al-Albani.) Menurut para ulama, arti ‘pintu pertengahan’, yakni pintu terbaik.

.

Friday, 12 April 2013

NARRATIVE



1.      The Purpose Of Narrative
The purpose of narrative is to entertain, to tell a story, or to amuse the readers. Narrative can be imaginary, factual, or a combination of both.
2.        Types Of Narrative
The following are many types of narrative


®    Fairytales
®    Folktales
®    Fables
®    Science fiction
®    Romance stories
®    Horror stories
®    Adventure stories
®    Myths and legends
®    Ballads
®    Slice life
®    Personal experience

Generic Structure
1.      Orientation
Who were involved in the story, when and where introduces specific participant and setting.
2.      Complication
A problem arises followed by other problems. Complication explores the conflict in the story. It shows the crisis, rising crisis, and climax of the story.
3.      Resolution
It shows the situaton wich the problems have been resolved. In other words, resolution is a solution for the problem.
Grammar Focus
-        Narrative uses past tense
-        It also uses cronological order.

EXAMPLE

The Garden Bed
            When George was about six years old, he got a hatchet as a present of his birthday from his mother. He was really happy. He went about chopping everything that came his way.
            One day, as he played in the garden, he found a beautiful, young English cherry tree, of which his father was most proud. He cut the the tree with his hatchet so that it died.
            Some time after this, his father discovered what had happened to his favorite tree. He came into the house in great anger, and demanded to know who the mischievous person was who had cut away the tree. Nobody could tell him anything about it.
            Just then George, with his little hatchet, came into the room.
            “ George,’ said his father, “do you know who has killed my beautiful little cherry tree in the garden?”.
            This was a hard qwestion to answer, and for a moment George was shocked by it, but quickly recovering himself the cried.
            “ I cannot tell a lie, father, you know I cannot tell a lie! I did cut it with my little hatchet.”
            The anger died out of his father’s face, and taking the boy tenderly in his arms, he said.
            “My soon, that you should not be afraid to tell the thruth is more to me than a housand trees! Yes, thought they were blossomed with silver and had leaves of the purest gold!”

Thursday, 11 April 2013

Keutamaan ilmu




KEUTAMAAN ILMU

Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Abdullah putera Mas’ud, Ia berkata “wahai Ibnu Mas’ud sesungguhnya jika kamu duduk selama satu jam ditempat mencari ilmu, dengan tidak memegang alat tulis (pensil) dan tidak menulis satu huruf pun , maka itu lebih bagus untukmu daripada kamu memerdekakan seribu Abid”  subhanallah amat sangat luar biasa keutamaan mencari ilmu itu.
Dan diriwayatkan dalam sebuah Al-kitab bahwa melihatnya kita kepada seorang alim ulama ketika kita hendak dalam suatu pengajian itu sesungguhnya lebih bagus daripada menyedekahkan seribu kuda.
Keutamaan-keutamaan orang yang berilmu yaitu diantaranya:
*        “Sesungguhnya dengan kamu membaca Salam kepada seorang alim ulama itu lebih mulya atau lebih bagus dari pada beribadah seribu tahun”. Coba bayangkan hanya dengan mengucapkan salam kepada soerang alim ulama dengan niat yang tulus kita telah mendapat pahala dari Allah SWT seperti orang yang beribadah selama seribu tahun, umur kita pun belum tentu sampai seribu tahun ini hanya dengan bermodalkan niat yang ikhlas untuk mengucapkan salam kepada seorang alim ulama. Subhanallah
*        “Rasulullah SAW berkata sesungguhnya tidurnya orang alim dan berilmu itu lebih utama daripada tidurnya orang bodoh yang tidak berilmu”. Seorang yang memiliki ilmu tidurpun dimulyakan oleh Allah SWT. Luar biasa bukan?
Betapa mulyanya orang yang memiliki ilmu, dan dari proses menuntut ilmu tersebut dianjurkan untuk mempraktekan segala teori-teori yang telah didapatnya untuk menuju pribadi yang dewasa dan bermanfaat bagi orang-orang disekitarnya, karena yang paling penting dalam proses menuntut ilmu itu bagaiman kita mengamalkannya, sebab sebaik-baiknya manusia adalah Dia yang bermanfaat bagi orang lain.
Penerapan ilmu yang telah kita dapat itu yang paling utama, setidaknya jika kita telah diajarkan satu huruf dalam Al-Quran alangkah lebih baiknya kita ajarkan kembali kepada sanak saudara kita, sahabat dan orang-orang terdekat kita.
Dengan ilmu kita dapat membaca situasi, memahami berbagai macam hal dan dengan ilmu pula seseorang mendapat kedudukan yang tinggi dihadapan Allah. Dihadapan Allah pun orang yang berilmu memiliki kedudukan yang tinggi apalagi dihadapan sesama manusia, yang pada hakikatnya manusia diberi kedudukan yang sama oleh Allah SWT. Sungguh beruntung orang-orang yang berilmu.
Dalam Al-Quran ayat pertama yang Allah turunkan pun itu merupakan anjuran kepada kita selaku umatnya untuk memperoleh ilmu dengan cara membaca. Yaitu dalam Al-quran surat Al-alaq ayat pertama yaitu “iqra” yang artinya bacalah.
Semua manusia sama diberikan akal untuk berfikir oleh Allah SWT  tinggal bagaimana tiap masing-masing individu memanfaatkan fasilitas gratis yang telah Tuhan berikan kepada setiap orang. Kurang baik gimana coba Tuhan kepada Mahluk-Nya?
Ilmu yang kita dapat kemudian diserap oleh otak kita, yang mana otak merupakan pusat kontrol yang mengendalikan pola pikir serta gerak gerik hidup kita. Otomatis orang yang memiliki banyak pengetahuan dan ilmu hidupnyapun akan semakin terarah. Seperti pada pernyataan sebelumnya bahwa Allah meninggikan derajatnya orang yang berilmu. Dengan jalan kita menyerap banyak ilmu akan meningkatkan Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Spiritual dan Kecerdasan Emosional.
Namun juga perlu dagaris bawahi mempunya ilmu bukan sarana untung menyombongkan diri. Dengan tiga kecerdasan seperti yang telah dibahas diatas seperti Kecerdasan Intelektual (IQ) yaitu kecerdasan otak untuk menerima, menyimpan dan mengolah informasi menjadi fakta, namun dengan memiliki IQ saja itu belum cukup sebab kita sebagai mahluk sosial yang harus saling berhubungan dengan masyarakat untuk itu harus diimbangi dengan Kecerdasan Spiritual (SQ) yaitu merupakan kemampuan untuk mengerti makna pada apa yang dihadapi dalam kehidupan sehingga akan tumbuh fleksibilitas dalam menghadapi persoalan di masyarakat, selain dua kecerdasan tersebut juga perlu ditingkatkan Kecerdasan Emosional (EQ) merupakan kemampuan untuk mengenal dan mengolah perasaan emosional diri sendiri maupun orang lain. Akan tetapi banyak sekali orang yang tidak faham dengan apa yang ia dapat dari hasil menuntut ilmu tersebut, sehingga kebanyakan orang yang salah kaprah dalam mengaplikasikannya dalam kehidupan masyarakat, seperti kurangnya kemampuan bersosialisasi dengan masyarakat, kurangnya peran serta kebektian dan mengabdi secara tulus dan tanpa pamrih.
Menuntut ilmu itu merupakan suatu kaharusan dan merupakan kebutuhan. Sekolah bukanlah satu-satunya sarana untuk menuntut ilmu, selesai sekolah bukanlah akhir dari kita untuk menuntut ilmu. Kewajiban menuntut ilmu itu seumur hidup, selama kita masih diberi kesempatan untuk hidup.
Tetaplah rendah hati dengan apa yang kita miliki terutama dengan ilmu yang telah kita pelajari. Seperti dalam peribahasa mengatakan “Tong yang penuh tiada bergoncang, hanya yang setengah penuh jua yang bergoncang”  yang artinya orang yang berilmu itu pendiam, tetapi orang yang kurang ilmu itu yang suka berlaga.

Wednesday, 10 April 2013

Life Is a Choice



Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.
Apa kabar sahabat? Kupastikan kalian sehat.
Dalam edisi kali ini saya akan membahas tentang pilihan dalam hidup, sebenarnya ini hanya catatan harian saya saja. Namun mudah-mudahan memberi manfaat bagi  Anda semua. Catatan ini tak lain hanya curahan hati saya, yang kesemuanya mengutarakan rasa rindu saya kepada Dzat Yang Maha Agung dan Maha Kuasa.
Bismillahirrahmanirrahim
Subhanallah sungguh indah ciptaan-Mu, betapa indah sinar pagi yang mampu membangkitkan semangat, serta semilir angin di pagi hari yang sejuk menenangkan jiwa, rerumputan yang hijau dengan di selimuti embun pagi.
Dan wahai matahari di siang hari, semangatku semakin membara di kala itu, layaknya engkau menyinari bumi di tengah hari.
Begitupun dengan sore hari, matahari yang mulai terbenam kembali meredupkan hati. Dan dikala malam datang, matahari yang sudah tak muncul lagi, diganti dengan cahaya rembulan yang indah, bintang-bintang yang berkedip menghiasi langit, segala kerendaha hati, kesabaran jiwa dan ketenangan batin terluapkan di kala itu.
Life is choice? Ya, hidup ini adalah pilihan. Tak sulit, hanya pilihan loh kawan. Hehe. Namun dalam pilihan disini tak semudah seperti Anda memilih antara makanan favorit Anda dan makanan yang tidak anda sukai. Disini Anda harus benar-benar menentukan nasib Anda, dan hidup seperti apa yang anda inginkan, dan pastikan pilihan Anda baik untuk anda dan baik pula untuk orang lain. Tinggal pilih mau jalan yang lurus apa jalan yang sesat, mau kaya apa mau miskin, pintar atau biasa aja, sekarang, besok atau tidak sama sekali???????????
Sekarang beralih dari pilihan, hidup pun ada yang dinamakan dengan kodrat. Yang namanya kodrat itu sesuatu yang sudah real ya kan? Udah gak bisa protes, gak bisa pilih-pilih lagi. Percaya gak kodrat bisa di ubah? Harusnya percaya dong!!! He, gini deh cerita sedikit yah, percaya sama kodrat itu wajib. Because, sebelum kita di lahirkan oleh seorang badadari cantik (ibu) nasib kita itu sudah ada yang menentukan, dari mulai rezeki sampai dengan jodoh, maupun nasib hidup itu sudah menjadi ketentuan yang Maha Kuasa. Lalu pertanyaan yang tersirat mungkin seperti ini, “kalau memang nasib sudah ada yang menentukan untuk apa kita harus percaya bahwa kodrat itu bisa diubah?” mungkin itu segelintir pertanyaan dari orang yang berfikir pendek. Mengapa demikian karena hanya orang-orang yang pasrah akan keadaan dan tidak mau banyak mengambil resiko yang berfikir demikian.
Jadi sebetulnya kodrat itu juga masih bisa kita pilih, namun juga tak sedikit kodrat yang sudah tidak bisa di ubah. Lalu bagaiman dengan yang demikian? Saran saya untuk menyikapi hal tersebut terimalah kodrat tersebut dengan lapang dada, insya allah akan menjadi amal baik dan menjadi ibadah dan bentuk terimakasih kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Toh Allah itu Maha Adil.
Yang seperti apa sih Life Is Choice ituh. Yu kita simak
1.     Mau jadi Laki-laki atau Perempuan
Sebenarnya ini merupakan pilihan yang sangat nyeleneh. Hehe. Mau jadi laki-laki atau perempuan itu bukanlah pilihan melainkan sudah menjadi ketentuan. Tapi apa boleh dikata, melihat zaman sekarang ini tak sedikit orang memiliki kelainan batin seperti laki-laki yang ingin menjadi seorang perempuan dan bertingkah laku layaknya perempuan, begitupun sebaliknya. Kodrat ini sudah tidak bisa diubah. Alangkah lebih baiknya terimalah kodrat Anda sebagai Mahluk Allah, baik itu perempuan maupun laki-laki, dan yang paling penting menjadi diri sendiri.
Sekali lagi saya tegaskan Allah itu Maha adil. Seorang pria diberikan kelebihan dan kepercayaan oleh Tuhan untuk menjadi seorang imam dalam keluarga. Luar biasa bukan? maka dari itu laki-laki dituntut agar bersikap bijaksana dan mampu bersikap adil. Selain itu laki-laki juga diberikan kekuatan lebih dari perempuan, seperti diberikannya jiwa pemberani. Hebat kan? Begitupun dengan seorang perempuan, Tuhan pun memberikan kodrat kepada setiap perempuan, dimana perempuan diberikan kelebihan dengan cara perempuan dapat melahirkan seorang bayi, laki-laki ya mana bisa. Tuh kan itu juga luar biasa, dan dibalik kelemahan seorang wanita itu juga tersimpan makna yang sangat indah, dimana seorang wanita mempunyai seorang laki-laki yang akan melindungi.


2.    Pintar atau Bodoh?
Mana ada coba orang yang mau bodoh? Ye engga lah, yang ada hanya orang yang tak mau berusaha. Seperti halnya para ilmuan mereka tak hanya duduk menanti hidayah, merekapun sama menentukan nasib dan jati diri. Ambil contoh seperti seorang tokoh ilmuan yaitu Edward Jenner seorang ilmuan terkenal yang mengemukakan bahwa beberapa pemerah susu memiliki kekebalan terhadap virus vox. Dari mana ia tau? Dia melakukan penelitian. Jelas bahwa Edward terlahir untuk menjadi seorang ilmuan, dan itu merupakan kodratnya. Namun apa yang terjadi jika Edward hanya duduk dirumah menanti takdir itu datang dengan sendirinya, kemungkinan ia tak akan menjadi seorang ilmuan, alhasil ia akan menjadi penghuni rumah sejati. Hehe.

Dua contoh diatas sangat jelas menggambarkan bahwa hidup itu penuh dengan pilihan, antara surga dan neraka dan lain sebagainya. Manusia hanya bisa berencana namun Takdir tetap Tuhan yang akan menentukan.
Ya, inilah hidup. Bertahun-tahun sudah kita berpijak di bumi yang indah ini. Hari demi hari telah kita lewati. Dan apa yang kita dapat hari ini merupakan kodrat dan hasil pilihan kita. Sudahkah Anda berterimakasih atas apa yang anda dapat hari ini? Jika belum sesegeralah. Berterimakasihlah kepada Tuhan , karena nikmatnya lah kita masih diberi waktu agar bisa menikmati indahnya Dunia, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah lalu. Kadangkala kita lupa akan nikmat yang kita dapat. Kedua, berterimakasihlah kepada kedua orang tua Anda, bahagiakanlah mereka dengan prestasi-prestasi Anda, dengan perhatian Anda.
Jangan salah melangkah, dan tetap tentukanlah pilihan yang terbaik bagi Anda, dan pastikan ketentuan yang Anda dapat setelah Anda berusaha itu merupakan kodrat dari Yang Maha Kuasa dan merupakan yang terbaik untuk kita dan patut kita syukuri.
Sekian dan terimakasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...